Tips Pintar Memulai Bisnis Apotek

Tips Pintar Memulai Bisnis Apotek – Di saat pandemi saat ini semakin banyak orang yang mencari obat untuk dapat mengobati rasa sakit yang mereka rasakan. Dari sisi bisnis, tentu apotek saat ini tengah menjadi primadona. Terlepas dari pandemik yang terjadi saat ini, produk kesehatan merupakan salah satu kebutuhan penting yang akan selalu dicari masyarakat.

Oleh sebab itu, apotek bisa menjadi salah satu jenis usaha yang bisa dipilih bagi kamu yang ingin berbisnis di sektor farmasi.

Tips Pintar Memulai Bisnis Apotek

1. Tentukan lokasi strategis
Lokasi yang strategis akan membawa bisnis kamu kepada banyak pelanggan. Carilah lokasi yang banyak orang berlalu lalang atau pada lokasi onlinenewyorksingles tertentu dengan potensi pelanggan yang banyak mencari apotek. Hal ini akan meningkatkan kesempatan untuk menjaring lebih banyak konsumen.

2. Tentukan sistem usaha
Bisnis apotek tidak selalu harus dibangun dengan mandiri, kamu juga dapat memulai bisnis ini dengan sistem waralaba atau franchise. Kini, tidak sedikit brand apotek besar berbasis sistem waralaba.

Untuk memulai dengan sistem ini, kamu harus memiliki modal yang cukup karena sistem ini justru lebih mudah, terutama bagi pemula. Peralatan dan kebutuhan apotek biasanya sudah disiapkan, jadi tinggal menjalankan operasional apotek saja.

3. Berikan pelayanan maksimal
Pelayanan yang baik adalah kunci. Berikan pelayanan yang profesional kepada setiap pembeli. Beberapa hal ini bisa kamu lakukan untuk melayani pelanggan apotek dengan baik.

Pertama, carilah apoteker yang kompeten agar dapat melakukan peracikan obat dengan prosedur yang baik dan benar sesuai dengan resep obat. Tentunya, hal ini akan mengangkat kredibilitas bisnis apotek kamu.

Kedua, melayani dengan ramah. Pembeli akan betah dan kembali lagi membeli obat di apotek kamu. Selain ramah, kamu juga dapat menjadi informatif dengan memberikan informasi yang jelas ketika pembeli bertanya akan sesuatu.

4. Jalin kerja sama
Menjalin kerja sama dengan bisnis apotek lainnya, seperti apotek besar, dapat menekan biaya penyediaan produk. Hal itu karena apotek-apotek tersebut bertindak layaknya distributor. Mereka menyediakan produk untuk apotek-apotek yang lebih kecil.

Selain itu, menjalin kerja sama bisa meningkatkan omzet penjualan. Omzet ini bisa didapatkan dengan menjalin kerja sama dengan klinik atau dokter untuk menyediakan obat-obatan serta alat kesehatan.

Di lain sisi, langkah ini dapat membantu bisnis apotek kamu untuk menentukan stok obat ke depannya. Jadi, kamu dapat mengetahui obat-obatan mana yang sering digunakan dari kebutuhan klinik atau dokter tersebut.

Rekomendasi Glamping Staycation di Yogyakarta

Rekomendasi Glamping Staycation di Yogyakarta – Seperti yang kita semua ketahui bahwa Yogyakarta memiliki banyak sekali tempat yang dapat di jadikan destinasi terbaik untuk berlibur bersama dengan keluarga dan sahabat. Jika kamu berniat staycation-an di Yogyakarta, ada beberapa pilihan spot glamping yang bisa jadi bucket list-mu, lho. Tarifnya yang tergolong affordable dengan fasilitas yang ditawarkan, bikin destinasi glamping di Yogyakarta berikut gak boleh terlewatkan. Cus, kepoin, yuk!

Rekomendasi Glamping Staycation di Yogyakarta

1. D’Kaliurang Resort & Convention
Tersedia dalam dua tipe kamar, glamping di D’Kaliurang Resort & Convention merupakan bangunan permanen dengan atapnya yang hampir menyentuh tanah. Tipe kamar yang tersedia hanya berbeda dari letak kamar mandinya saja, yaitu kamar mandi di dalam dan kamar mandi di luar yang keduanya sama-sama menyediakan water heater.

Dengan tarif sekitar Rp210 ribu per malam, fasilitas yang ada di kamar glamping memang sangat standar dan tidak disediakan televisi. Namun, dari pelataran area glamping, pemandangan serba hijau dan Gunung Merapi di kejauhan menjadi penyejuk momen staycation-an kamu di sini.

2. Melcosh Glam Camp
Penasaran pengin glamping di tenda khas suku Indian? Percayakan pada Melcosh Glam Camp. Meski kelihatan kecil dari luar, tenda tipe Deluxe di sini mampu menampung hingga empat orang, lho. Kamu dan travelmate cukup merogoh kocek Rp880 ribu per malam untuk menginap di Melcosh Glam Camp.

Kamu berhak staycations atas fasilitas seperti kasur empuk, televisi, welcome drink, kamar mandi luar dengan air hangat, dan sarapan. Yang bikin seru, tarif tersebut juga sudah termasuk api unggun dan makan malam dengan menu steam boat atau Korean grill. Ditambah dengan panorama Gunung Merapi, spot glamping di Melcosh dijamin the best, deh!

3. Pallatina Glamping
Masih bernuansa pegunungan dengan view Merapi, Pallatina Glamping hadir dengan tenda berbentuk igloo. Kamu bisa menikmati fasilitas kamar yang setara dengan hotel berbintang, seperti Wi-Fi dan tv cable. Uniknya, kamar mandi di glamping ini tersembunyi di bawah kamar. Jadi, ada sebuah tanggal kecil untuk menuju ke kamar mandi.

Tarif bermalam di Pallatina Glamping dibanderol mulai dari Rp700 ribuan. Tendanya bisa memuat hingga empat orang. Sebaiknya kamu jangan reservasi dadakan, terutama saat akhir pekan untuk menghindari full booked.

4. Nira Camper Village
Beda lagi dengan glamping di Nira Camper Village. Sebab kamu bakal merasakan pengalaman menginap di dalam tenda berbentuk bubble! Eits, jangan khawatir. Privasi kamu tetap terjaga walaupun tenda bubble tersebut bening transparan. Sudah disediakan tirai yang dipasang di sekililing tenda.

Bisa menampung hingga empat orang, rate per malam di Nira Camper Village dipatok antara Rp750-850 ribu. Jika kamu berminat bulan madu di sini, ada paket honeymoon seharga Rp1,4 jutaan. Lokasinya yang diapit area persawahan membuat spot glamping di sini cocok banget buat rileks dari keramaian kota.

5. Bukit Lintang Sewu Glamping
Beralih ke Yogyakarta bagian selatan, kamu bisa mengarahkan tujuan untuk glamping di Bukit Lintang Sewu. Selain populer sebagai spot menikmati Yogyakarta dari ketinggian, termasuk buat sunset-an, Bukit Lintang Sewu juga menyediakan paket glamping dengan harga mulai dari Rp600 ribuan.

Breakfast dan peralatan masak adalah sebagian fasilitas yang kamu dapat di sini. Tendanya sendiri seperti rumah panggung yang terbuat dari kayu dengan terpal sebagai pintu dan jendela. Satu kamar glamping di Bukit Lintang Sewu dapat memuat 4-6 orang.